Apa bedanya alkali dan alkalinitas? Apa pula yang dimaksud dengan air alkali namun tanpa memiliki sifat alkalinitas?

 

Saya baru-baru ini membaca sebuah artikel yang menawarkan penjelasan sederhana mengenai alkali dan alkalinitas yang ditulis oleh Dr. Mark Sircus. Kedua kata ini seringnya membingungkan dan salah digunakan dalam industri air alkali

Dr. Sircus telah memberikan izin untuk menulis ulang artikel ini sebagai bahan pembelajaran bagi para pembaca. Dr. Sircus merupakan seorang penulis produktif dan penuh pengetahuan dan saya harap saya dapat membagikan lebih banyak tentang apa yang telah dituliskannya di masa depan.

Saya hanya menyajikan bagian pertama dari artikel ini dikarenakan anda akan mendapatkan point dari apa yang dipresentasikan dan kebanyakan pembaca menginginkan informasi yang singkat dan padat. Anda dapat membaca artikelnya secara penuh disini: drsircus.com/medicine/sodium-bicarbonate-baking-soda/alkalinity-ph-2

Alkali tanpa alkalinitas

Segelas air dengan pH 9 dapat memiliki alkalinitas yang rendah, sedang ataupun tinggi, manapun diantara ketiga level tersebut, tergantung dari apa yang terlarut di dalamnya. Apa yang terkandung dalam airlah yang membuat suatu perbedaan. Garis bawah dari hal ini adalah anda dapat mendapatkan air dengan pH yang tinggi (bersifat alkali yang sangat tinggi) dengan tanpa mendapatkan alkalinitas sama sekali, yang artinya air tersebut sulit atau bahkan tidak mampu untuk membuffer kondisi asam sama sekali. Bukan air alklai dengan pH yang tinggi yang kita butuhkan melainkan air yang memiliki level alkalinitas yang tinggi.

Ada sesuatu yang saya teukan dalam air minum yang membuat saya duduk dan memperhatikan mengenai subjek yang krusial ini. Saya mengetes air saya dan dalam ras cemas saya, ia bersifat sedikit asam namun dengan hanya menaruh sejumput sodium bicarbonate ke dalam setengah galon air mampu menjadikannya menjadi memiliki pH yang alkali. Tampaknya semua orang, publik maupun professional bingung dengan istilah alkali dan alkalinitas.

Untuk menyederhanakannya, tidaklah cukup untuk minum air alkali dengan ph yang tinggi, pada faktanya ph bukan merupakan suatu faktor yang besar sama sekali ketika seseorang mencoba mengalkalisasi tubuhnya (pikirkan saja mengenai jus lemon, apple cider vinegar atau cuka sari apel dan jus hijau segar, semuanya memiliki pH yang asam namun masih tetap merupakan sumber alkalisasi yang terbaik). Kunci untuk menyebut asam metabolik berlebih dan membangun cadangan yang mengalkalisasi di dalam cairan tubuh dan jaringan adalah jumlah alkalinitas (senyawa mineral alkali) yang kita konsumsi.

Ahli air Robert Slovak menulis "baking soda masih dicintai! ia memberikan kebaikan alkalinitas sejati sementara tetesan yang paling populer dari pH alkali dari ahli kesehatan ternama adalah merupakan hoax dengan harga sekitar $35-$40 dari kimia kaustik dalam 2 ons air. Perhatikan bahwa bagi beberapa orang baking soda (sodium bicarbonate) dapat menyuplai terlalu banyak sodium jadi mereka dapat menggantinya dengan potassium bicarbonate atau campuran dari keduanya."

Bagi orang yang peduli terhadap keasaman atau acidicity yang ada di dalam air distilasi (air suling) ataupun air RO (Reverse Osmosis), Robert Slovak meberitahukan kepada kita mengenai lebih lanjut tetang misinformasi atau kesalahan informasi ini. Kebenarannya adalah, ketika CO2 atmosferik mencapai keseimbangan pada air suling atau air RO (yang membentuk asam karbonat lemah) maka ph akan sedikit menjadi lebih rendah (katakanlah pH 6.5) namun pada kenyataannya tidak ada kapasitas buffer asam. Seketika air suling atau ari RO mengenai saliva atau air liur dan asam lambung, maka pHnya di setting ulang dan itu menjadikannya memiliki pH yang berbeda dan kapastia buffering. Untuk mengatakan bahwa air suling dan air RO bersifat sangat asam secara sederhananya salah, dan merupakan gimmick marketing untuk memanjakan air alkali. Asam karbonat lemah yang terbentuk secara sederhananya tidak dapat menyebabkan tubuh menjadi bersifat asam. Lebih jauh lagi, dengan menambahkan sedikit butiran baking soda pada ujung jemari anda dapat secara komplit menetralisir segelah air distilasi atau air RO."

"pH air, yang berdiri sendiri, tidaklah memiliki "gigi" terkecuali ia memiliki kapasitas buffering. Ia dapat dengan mudah memberikan anda air minum dnegna pH kurang dari 7 yang dapat menetralisir lebih banyak asam ketimbang air dengan pH 10. Itulah mengenai alasan dari subjek ini dan kenapa orang-orang menjadi bingung. air ionisasi dengan ph yang tinggi, tanpa ditemani dengan alkalinitas (bikarbonat, karbonat dan hidroksida), tidak berguna." kata slovak.

Bahkan ketika pH air sangatlah tinggi, kurangnya alkalinitas yang mencukupi (mineral yang mengalkalisasi) membuatnya tidak mungkin untuk menetralisir asam di dalam lambunt untuk menginisiasi produksi dari bikarbonat di dalam aliran darah (efek pasang alkali). Sebuah mesin ionisasi alkali sedikit menambahkan alkalinitas pada air kecuali meningkatkan pH jadi kapasitas sejati dari menetralisir asam adalah alkalinitas yang awalnya sudah ada dari air bahan baku anda sehingga dapat diionisasi oleh mesin ionisasi air alkali, jadi anda harus mempertimbangkan baik-baik penggunaan air bahan baku mineral yang memenuhi syarat untuk digunakan pada mesin air alkali anda tersebut.

Alkalinitas merupakan kapasitas air untuk bertahan terhadap perubahan dalam pH yang membuat air menjadi bersifat lebih asam. Kapasitas ini secara umum dikenal dengan sebutan kapasitas buffering. Sebagai contoh, jiak anda menambahkan solusi asam lemah yang sama pada dua botol kecil air, dimana keduanya dengan pH 7, namun satu tanpa kekuatan buffering (dengan kata lain alkalinitasnya bersifat nol) dan satunya lagi memiliki kekuatan buffering (dengan kata lain contohnya memliki alkalnitas senilai 450 mg/l) maka pH dengan alkalinitas nol akan secara cepat turun sementara pH dari air yang memliki buffer akan tidak ada perubahan sama sekali.

Alkalinitas dari air yang alami ditentukan oleh komposisi dari tanah dan bebatuan di dalam tanah dimana air alami itu lewat. Sumber utama dari alkalinitas alami ada pada bebatuan yang mengandung karbonat, bikarbonat dan senyawa hidroksida. Borat, silikat dan posphat juga berkontribusi terhadap alkalinitas. Batu kapur kaya akan karbonat, jadi air yang mengalir melewati area yang terdapat batu kapur atau bebatuan di dalam tanah yang mengandung karbonat secara umum memiliki alkalinitas yang tinggi dan oleh karenanya bagus dalam kapasitas buffering. Sebaliknya, air permukaan (seperti sungai, kolam dan danau) dan zona di bawah tanah yang kaya akan granit dan sejenisnya serta batu pasir memiliki alkalinitas yang rendah dan karena itu memiliki kapasitas buffering yang buruk.

Orang yang menggunakan mesin air alkali pada area-area yang air bahan bakunya memiliki mineral yang rendah (seperti pada kebanyakan suplai air keran di kota-kota besar atau pada air sungai) akan salah sasaran karena air yang dihasilkan dari mesin air alkali mungkin saja dapat diset pada pH yang tinggi namun pada kenyataannya terdapat alkalinitas yang rendah yang ada untuk dapat cukup membuat perbedaan dari sisi peningkatan kesehatan. Oleh karenanya jika anda memiliki mesin air alkali, pastikan menggunakan air bahan baku yang baik yang mengandung mineral agar mesin air alkali anda dapat bekerja dengan penuh dalam menghasilkan air dengan pH yang tinggi dan airnya sendiri memiliki kemampuan alkalinitas atau dapat membuffer keasaman tubuh sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh anda. Jika anda tidak yakin dengan air bahan baku apa yang sebaiknya anda gunakan, cobalah menggunakan air mineral dalam kemasan dengan merk yang sudah cukup ternama dimana sumber airnya sendiri biasanya diambil dari mata air pengunungan yang kaya akan mineral-mineral penting.